SI JABAR
Menyikapi kasus Kabag Hukum dan HM Kota Bogor, menurut aktivis perempuan yang lantang dan aktif bersuara di beberapa organisasi Nasional akhirnya merasa tertarik dan terpanggil untuk mengungkap kasus ini agar terang serta tidak meojokkan AW selku Kabag. Shinta Aryana yang telah mendapat kan ijin dari kabag hukum dan HAM Kota Bogor AW untuk menjadi tim investigasi pencari fakta terkait pemberitaan AW di para media.

Shinta Aryana saat ditemui oleh media jakarta menuturkan Pencarian faktanya sudah selesai, dugaan terkait adanya Kriminalisasi Kabag Hukum dan HAM Kota Bogor tersebut oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab. Maka SA menuturkan kepada awak media bahwa SA sangat terkejut dengan membaca berita tersebut, yang kemudian saat minta klarifikasi kepada AW, Shinta mendapatkan banyak dugaan dan keganjilan yang kemudian shinta meminta ijin kepada AW untuk mengurai dan mengungkapkan fakta fakta yang menurut shinta janggal dan diduga ada unsur kesengajaan dan direncanakan oleh beberapa oknum. Awalnya shinta menghubungi pihak travel yang menghandle tiket, visa C vaksin AW ketanah suci dalam rangka umroh yaitu AJ dan shinta terkejut ternyata disana rombongan terdaftar belum membayar kepada travel tersebut, melalui bukti surat tagihan yang dimana saat mengkonfirmasi ke AW dan beberapa peserta yang ikut mereka sudah membayar sesuai permintaan IRW sekitar 25 juta dengan fasilitas lengkap. 

Namun yang terjadi sebaliknya uang tersebut tidak sampai kepada pihak bersangkutan, kemudian Shinta disitu cukup terkejut, di tambah pernyataan Prof. S yang juga ikut dalam rombongan tersebut beserta istri juga menuturkan bahwa perjalanan nya ke tanah suci tidaklah sesuai harapan, karena disana beliau masih di mintai sejumlah uang yang jumlahnya tidak sedikit. AW menjadi viral diberitakan di neodetik.com adalah seorang yang melakukan pelecehan kepada wanita bersuami bernama IRW, ( terlampir) Menurut Shinta pihak AW dalam menyikapi pemberitaan tersebut sudah menyurati pihak Dewan Pers Indonesia untuk minta klarifikasi dan memanggil media tersebut, yang dianggap AW ikut serta dalam mencemarkan nama baiknya tanpa klarifikasi terdahulu kepada AW. 

 Namun sampai dengan hari ini surat tersebut tidak di balas pihak pihak terkait, yang akhirnya membuat Shinta berencana menemui pihak terkait karena berita tersebut sangat tendensius dan sangat merugikan juga nama baik AW sebagai orang yang cukup Sentral dalam pelayanan publik di kota bogor ini. AW diadili tampa prroses peradilan, dengan tudinan sebagai predator sexual . 

 Maka AW bingung serta kaget isi berita tersebut , dan akhirnya melaporkan beberapa pihak yang telah menyebarkan dengan sengaja berita tersebut, tampa minta klarifikasi terlebih dahulu. Menurut SA kasus ini semakin jelas dengan adanya klarifikasi media yang dimana kuasa hukum IRW meminta hentikan pemberitaan terkait dugaan Skandal AW dengan IRW tanpa dasar hukum yang jelas, malah meminta semua pihak fokusmenyoroti masalah Id card yang di berikan kepada IRW sebagai id card temporer dengan jabatan Sekretatis , 

Pasca di layangkannya surat keberatan ke dewan pers dan media yang bersangkutan tersebut. Kemudian yang menambah kasus ini menarik bagi SA adalah saat AW tiba-tiba diamankan oleh Kejagung tampa surat perintah dan SOP yang jelas terkait status kedudukan hukumnya. 

Sudah lebih dari satu minggu AW di amankan bukan ditahan oeh pihak Kejagung. Ini yangmenambah saya tertarik menggali lebih dalam lagi kasus ini, tiba tiba Ada demo yangobjek nya masalah ID CARD,

Kok kebetulan sekali yah??? Demo tersebut terjadi setelah berita terakhir yang di keluarkan media neodetik.com dan tiktok yang mengarah pada pembunuhan reputasi dengan ada demo yang diarahkan. Lalu puzzle itu kok berurutan seperti setingan yah urutan nya setelah AW melaporkan IRT ke Polresta Bogor atas dugaan pencemaran nama baik dan terjadi konspirasi yang kuat antara IRWIRT dan oknum tersebut. Berita awal, klarifikasi, penjemputan AW tanggal 18 Agustus 2026, yang dikarenakan berita neodetik.com dilanjutkan DEMO mengatas namakan HMI MPO yang diikuti oleh kurang lebih belasan orang di Balaikota Bogor, Seperti sudah di rencanakan dengan matang. 

Shinta sempat menduga bahwa ini kayaknya ada Aktor Intelektual yang memanfaatkan momen ini yang merasa terancam dengan kinerja AW yang berprestasi dan pelayan warga dibagiaan hukum dan HAM Kota Bogor Shinta pun menyoroti masalah penjemputan AW oleh Tim Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang juga sangat janggal, lalu kenapa orang dijemput dan diamankan oleh Institusi Kejaksaan tanpa surat keterangan dan prosedur yang jelas / resmi dari Kejaksaan itu sendiri.

Maka sangat aneh kan?!! Alasan nya apa coba AW DI amankan atas Perintah Siapa? Oleh karena itu Kejaksaaan Tinggi Jabar menurut shinta sanat gegabah dan bisa masuk pelanggaran administrasi institusi kejaksaan yang dilakukan ole Keejati Jabar. 

Sementara itu, Ketika shinta di tanya media terkait langkah apa yang selanjutnya akan diambil, Shinta menuturkan kalau hasil investigasi berupa , barang bukti dan pernyataan saksi saksi sudah di serahkan kepada AW beserta kontruksi hukumnya, semua sudah Shinta serahkan kepada pihak AW minggu lalu,yang akan menjadi dasar hukum jika AW akan mengambil langkah hukum terhadap oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ini. Dugaan adanya konsfirasi untuk mengkriminalisasi Kabag Hukum dan HAM Kota Bogo, dengan berkedok skandal makin terrang benderang, Dimana setelah Shinta mendapatkan fakta-fakta dan bukti di lapangan,

 baik pertemuan langsung ataupun lewat pernyataan langsung para saksi. Yang jelas bahwa Shinta rencana akan menggelar konfrensi pers di dampingi kuasa hukum nya AW dan saksi-saksinya, agar permasalahan ini tidak memojokkan Kabag Hukum dan HAM tersebut, juga Shinta membuat pernyataan di depan Kantor Kjagung RI .

“ JANGAN SUKA MENJADI TUHAN BAGI ORANG LAIN, DAN JANGAN SUKA MENGADILI ORANG DILUAR PERADILAN. SAKSI SAKSI LAINNYA, “ JANGAN SUKA MENJADI TUHAN BAGI ORANG LAIN, DAN JANGAN SUKA MENGADILI ORANG DILUAR PERADILAN.(DIP)

Post a Comment

0 Comments