Kinerja Amri Yusra Disorot Publik : Pengangkatan Ketua Koni Kota Depok Cacad Hukum Tidak Sesuai Dengan AD/ART

 

Kinerja Amri Yusra Disorot Publik : Pengangkatan Ketua Koni Kota Depok Cacad Hukum Tidak Sesuai Dengan AD/ART


Kinerja Amri Yusra Disorot Publik :
Pengangkatan Ketua Koni Kota Depok Cacad Hukum Tidak Sesuai Dengan AD/ART
Depok, SI
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok disorot publik, hal tersebut berkaitan dengan kurangnya taransparansi atau keterbukaan terhadap publik terkait dengan penggunaan dan pengelolaan anggaran daripada Koni Kota Depok itu sendiri. Hal itu disampaikan oleh Ronny Mariolkossu, yang juga merupakan Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Depok tersebut
Menurut Ronny, bahwa Ketua Koni Kota Depok Amri Yursa dalam memimpin pengurusan Koni Kota Depok terlihat arogansi kekuasaannya di dalam mengelola anggaran Koni Kota Depok, yang bertindak  seorang diri alias One Man Show, tampa melibatkan pengurus Cabang Olahraga (Cabor) yang ada dalam tubuh Koni Kota Depok itu sendiri. Harusnya sebagai Ketua Koni itu bertindak sebagai seorang manager yang mengerakkan bagian bidang-bidang organisasi sebagai pelaksana teknis sesuai dengan bidang masing-masing. Namun Ketua Koni jutru terlibat langsung sebagai panitia pelaksana teknis.  Contohnya dengan adanya kegiatan pelatihan-pelatihan fisik Olahraga Koni, yang  dilaksanakan pada tanggal 24 hingga 26 July 2020, ujar Ronny.
Lanjutnya, harusnya Koni Kota Depok bisa mencetak para atlit-atlit muda Kota Depok untuk mengukir prestasi baik itu ditingkat Jawa Barat maupun ditingkat Nasional. Sebab Koni Kota Depok itu punya anggaran dari APBD Kota Depok setiap tahunnya kurang lebih sebesar Rp.8.000.000.000, (Delapan Milira Rupiah) setiap tahunnya. Namun pengelolaan dan pertanggungjawaban anggaran tidak jelas. Katanya setiap tahunnya diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), mana buktinya, ucap Ronny. Oleh sebab itu agar unsur penegak hukum, baik itu dari Kepolisian maupun dari Kejaksaan  segera melakukan penyelidikan terhadap tubuh Koni Kota Depok. imbuhnya.
Ketua Koni Cacad Hukum Karena Melanggar AD/ART Saat Pemilihan
Sementara itu jabatan Ketua Koni Kota depok Amri Yusra kini disorot kembali, hal itu terkait dengan proses pemilihan Ketua Koni Kota Depok yang ketiga  (3) kali beberapa waktu lalu, hal itu dinilai cacad hukum. Sebab dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), dalam menduduki jabatan ketua koni, maksimal boleh dipilih dua kali masa periode jabatan. Namun Amri Yusra dengan penuh ambisius dan arogansi memaksakan diri untuk tampil mnduduki jabatan Ketua Koni Kota Depok yang ketiga kali. Adapun modusnya agar Amri Yusra terilih kembali untuk jabatan yang ke 3  tersebut adalah dengan menakut-nakuti para ketua Cabang Olahraga (Cabor) yang ada di Koni Kota Depok, dengan melakukan ancaman, apabila Amri Yusra tidak dipilih kembali oleh para Ketua Cabor, maka  angaran para pengurus  Cabor dananya tidak akan dicairkan, ujar beberapa penguru Cabor lainnya.
Adanya Tekanan dari  Ketua Koni Terhadap Ketua Pertina Kota Depok
Sementara itu pula Ketua Koni Kota Depok melakukan intervensi lagi terhadap Ketua Pertina Kota Depok Ronny Mariolkossu, hal itu berdasarkan no.046/B/Jwb/a-koni-Dpk/VII/2020, perihal tnggapan atas permohonan bantuan dana.
Dalam point k 4 isi surat Ketua Koni Kota depok tersebut menjelaskan,”kami sarankan segera dilakukan Musyawarah Cabang Olahraga Pertina Kota Depok untuk membentuk kepengurusan yang baru”.
Menurut Ronny bahwa Ketua Koni telah merekayasa dan mengada-ada dalam surat tersebut, sebab saya ini selaku Ketua Pertna Kota Depok adalah sah berdasarkan Surat Keputusan No.017 Tahun 2019 yaitu tentang Pngukuhan Susunan Pesonalia Pngurus Pertina Kota Depok Masa Bakti 2019-2023, yang ditanda tangani oleh Simiati Eneg SH di Bandung selaku Pngurus Pertina zPropinsi Jabar, tanggal 29 September 2019 lalu.
Jadi saya harap agar Ketua Koni Kota Depok Amri Yusra, jangan membuat yang aenh-aneh lagi di Kota Depok ini, justru dirinya selaku Ketua Koni Kota Depok yang cacad hukum dalam proses pengangkatannya selaku ketua Koni Kota Depok, jangan berikap kura-kura dalam perahu alias pura-pura tidak tahu masa yang lal,  imbuh Ronny. (dip/red)